Balairungpress
  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
Newest post
Konservasi yang Tak Manusiawi
Anggaran Serampangan
Diskusi Serikat Pekerja Kampus, Soroti Ketidakjelasan Proses Etik...
Perayaan dan Perlawanan Perempuan Mahardika di Panggung Merdeka...
Kampus Kelabu bagi Perempuan
Diskusi Proyek Penulisan Sejarah Resmi, Soroti Ketiadaan Peran...
Sisi Lain Makanan Tradisional dalam Buku Sepinggan Indonesia
Warga Pesisir Semarang dalam Getir Tata Kelola Air
Kekacauan di Balik Bahan Bakar Hijau
Mitos Cah Gelanggang dan Spirit Gelanggang

Balairungpress

  • REDAKSI
    • KILAS
    • ALMAMATER
    • LAPORAN UTAMA
    • APRESIASI
    • INSAN WAWASAN
  • NALAR
    • WAWASAN
    • KAJIAN
  • REHAT
    • ARSIP
    • BUKU
    • FILM
    • OPINI
    • SASTRA
  • BINGKAI
    • ANALEKTA
    • INFOGRAFIS
    • KOMIK
    • PERISTIWA
    • SKETSA
  • PIPMI
    • Direktori
    • Suplemen
    • PUBLIKASI
  • ENEN
  • IDID
KILAS

IWD Yogyakarta Rayakan Hari Perempuan Sedunia Lewat Peningkatan Kesadaran Kesehatan

Maret 4, 2024

©Gayuh/Bal

“Gerakan perempuan itu bukan hanya soal orasi, tetapi bisa melalui hal-hal kecil,” ucap Yolanda, anggota International Women’s Day (IWD) Yogyakarta, Sabtu (02-03). Dalam peringatan Hari Perempuan Sedunia, IWD Yogyakarta menggandeng Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Yogyakarta untuk mengadakan kegiatan dengan tajuk “Srawung Perempuan Merdeka”. Salah satu agenda dalam kegiatan ini adalah tes HIV, tes IVA, dan tes kesehatan umum yang diadakan secara gratis di PKBI Yogyakarta.

Bagong, penanggung jawab rangkaian tes kesehatan, menjelaskan bahwa agenda ini berangkat dari permasalahan perempuan itu sendiri. Ia menyebutkan bahwa HIV dan kanker serviks adalah momok yang sangat dekat dengan perempuan. Bagong juga menyayangkan masyarakat yang sering memberi stigma negatif terhadap penyakit tersebut. “Kadang mereka [perempuan-red] belum tes aja udah takut duluan, soalnya dikasih stigma yang buruk,” ungkapnya.

Bagong juga merasa bahwa perempuan sangat rentan dalam ranah kesehatan seksual, seperti HIV dan kanker serviks. Ia cukup simpati dengan perempuan yang selalu dijadikan sebagai beban sosial saat permasalahan mengenai kesehatan ini muncul. “Nggak hanya beban sosial, mereka [perempuan-red] juga dibebankan secara domestik,” tegas Bagong. Ia menyampaikan bahwa perempuan bahkan harus menunda pemeriksaan kesehatan mereka karena biaya yang cukup mahal.  

Kondisi di saat perempuan harus menanggung beban ganda ini dianggap Bagong sebagai sebuah ironi. Ia menekankan bahwa lingkungan yang patriarki bertanggungjawab atas keadaan perempuan yang kesulitan untuk mengakses dan memeriksakan kesehatan mereka. “It’s irony karena menurutku, perempuan tuh memegang peran yang sangat besar yang nggak bisa digantikan sama laki-laki,” ketusnya. 

Di sisi lain, Yolanda melihat bahwa kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Ia menyadari bahwa tidak semua orang bisa dijangkau lewat diskusi ataupun acara-acara terbuka, seperti acara musik. “Kebetulan momentumnya tepat [Hari Perempuan Sedunia-red], sekalian aja menyadarkan lewat tes kesehatan [tes HIV dan tes kanker serviks-red] yang dekat dengan perempuan ,” ujar Yolanda.

Siska, Direktur Eksekutif PKBI Yogyakarta, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah sebuah keberhasilan. Pengunjung yang mau dan berani untuk memeriksakan dirinya menjadi target capaian utama. Ia menyebutkan bahwa angka tidak mereka [IWD dan PKBI-red] anggap sebagai patokan dari keberhasilan kegiatan ini. “Ini bukan soal seberapa banyak yang datang, tapi soal seberapa variatif dan inklusifnya kegiatan hari ini,” jelas Siska. 

Mengamini Siska, Yolanda merasa bahwa kegiatan ini berjalan dengan lancar. Walau seharian datang hujan, tetapi animo yang didapatkan cukup banyak. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini sangat terbuka kepada seluruh kalangan. “Ternyata, tadi mas-mas [gender selain perempuan-red] banyak juga yang datang untuk memeriksakan kesehatannya,” papar Yolanda. Ia mengatakan bahwa peringatan Hari Perempuan Sedunia bukan hanya soal perempuan, tetapi seluruh kalangan. 

Yolanda dengan penuh semangat menuturkan bahwa kegiatan ini tidak akan berhenti sampai di sini. Ia menginginkan agar kegiatan ini menjadi sebuah wadah yang aman dan inklusif bagi semua perempuan. “Semoga semua perempuan kecil yang tertindas tidak merasa kecil lagi karena kita kecil sama-sama,” tegas Yolanda. 

Layaknya Yolanda, Bagong meyakini bahwa kegiatan sosial kecil seperti ini menjadi sebuah awal gerakan yang berdampak besar ke depannya. Ia merasa bahwa forum dan animo dari kegiatan ini menjadi sebuah bentuk sharing power. Kesadaran orang-orang melalui kegiatan ini, bukan hanya perempuan, terbentuk secara natural dan organik. “Tadi forumnya cukup mendukung dan jadi bentuk advokasi sendiri. Sharing power-nya juga terbentuk secara organik,” tutup Bagong.

Penulis: Ester Veny
Penyunting: Tiefany Ruwaida Nasukha
Ilustrator: Gayuh Hana Waskito 

0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Diskusi Serikat Pekerja Kampus, Soroti Ketidakjelasan Proses Etik...

Perayaan dan Perlawanan Perempuan Mahardika di Panggung Merdeka...

Diskusi Proyek Penulisan Sejarah Resmi, Soroti Ketiadaan Peran...

Sisi Lain Makanan Tradisional dalam Buku Sepinggan Indonesia

Penulisan Ulang Sejarah, Upaya Pemerintah Melupakan Korban Pelanggaran...

Aksi Okupasi UGM Soroti Masalah Penyempitan Ruang Kegiatan...

Berikan Komentar Batal Membalas

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pos Terbaru

  • Konservasi yang Tak Manusiawi

    September 1, 2025
  • Anggaran Serampangan

    Agustus 28, 2025
  • Diskusi Serikat Pekerja Kampus, Soroti Ketidakjelasan Proses Etik di Kampus

    Agustus 24, 2025
  • Perayaan dan Perlawanan Perempuan Mahardika di Panggung Merdeka 100%

    Agustus 18, 2025
  • Kampus Kelabu bagi Perempuan

    Agustus 9, 2025

Jurnal Balairung Vol. 2 No. 2 (2020)

Infografis

Moral Tanpa Tuhan

Sampah Kota Ditopang Swadaya Warga

Berebut Gunungkidul

Yu Par, Legenda Kantin bonbin

Menyambut Coming Out Age dengan Berubah Menjadi Panda

Hubungi Kami

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Ads

Footer Logo
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • AWAK
  • KONTAK
  • KONTRIBUSI

©2022 BPPM BALAIRUNG UGM