“Telah dibuka, Pusat Jajan Lembah UGM”, begitu bunyi tulisan di spanduk yang tergantung di depan parkiran lembah UGM. Sejak 2 Januari 2012 lalu, pedagang usaha kecil (PUK) yang tadinya berjualan di pinggiran jalan kawasan Lembah Bawah (depan Fakultas Peternakan) dan kawasan Lembah Atas (depan Fakultas Hukum) dilarang berjualan di tempat biasanya. Mereka diberi tempat berjualan [...]
Oleh: Mochammad Luthfi Ardyanto Mahasiswa Psikologi UGM 2010 Beberapa waktu belakangan ini, bahkan baru saja berakhir, suasana perpolitikan mahasiswa di kampus UGM ramai. Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira) baru saja usai. Telah terpilih anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) juga Presiden Mahasiswa (Presma) BEM KM. Sekitar sebelas ribu mahasiswa berpatisipasi dalam pemira tahun ini, jumlah yang hampir [...]
Akhir tahun ini, tak jarang masyarakat perkotaan mengunjungi pusat-pusat perbelanjaan sekadar untuk memburu sale dan diskon barang-barang dengan brand idaman.
Puluhan tahun silam, seorang juru warta meliput pemakaman agung Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Cerita pemakaman tersebut ia kisahkan dalam artikelnya dengan judul Duh Gusti, yang judulnya menjadi sampul majalah Tempo pada 1989.
Jumat (24/8) lalu, tulisan Tia Pamungkas di grup facebook Kunci Cultural Studies dibanjiri komentar. Dosen Sosiologi UGM itu mengutip artikel di blog Tarli Nugroho soal penemuan beberapa buku tua di rumah karyawan peleburan kertas.
Mahasiswa difabel juga bagian dari civitas akademika UGM. Namun, masih ada hak-haknya yang belum terpenuhi.
Setelah lima hari bertahan di Gedung Rektorat dalam ketidakpastian, keresahan ratusan mahasiswa UGM memuncak. Jumat (9/12) siang, mereka menyisir Gedung Rektorat menuju ruang rektor untuk meminta kepastian langsung dari Prof. Ir. Sudjarwadi, M. Eng., Ph.D, Rektor UGM. Di pintu sisi barat menuju ruang rektor, puluhan petugas Satuan Keamanan dan Ketertiban Kampus (SKKK) telah membentuk barisan [...]
Memasuki hari keempat (8/12), aksi mahasiswa vokasi yang menuntut dibukanya alih jalur D3 ke S1 masih berlangsung. Hasil dari rapat pleno sehari sebelumnya belum sesuai dengan harapan mahasiswa, sehingga sampai malam ini mahasiswa masih tetap bertahan di gedung rektorat.
Rabu (7/12) malam, hari ketiga mahasiswa Sekolah Vokasi UGM menduduki Rektorat untuk menunggu kepastian kelanjutan pendidikan serta mendapatkan jawaban atas tuntutan mereka.
Ratusan mahasiswa UGM menduduki gedung Rektorat. Mereka membangun tenda dan membawa perlengkapan menginap. Kain putih yang dibubuhi ratusan tanda tangan mahasiswa sebagai bentuk dukungan dibentangkan. Spanduk-spanduk bertuliskan “Tutup Vokasi Buka Ekstensi”, “Ekstensi Harga Mati” dan tuntutan lainnya dipasang di penjuru gedung.
Setelah sekian lama terbengkalai, belakangan ini gedung Gama Book Plaza (GBP) digunakan untuk beberapa event mahasiswa.
“Saya ingin Papua merdeka,” kata Media Wahyudi Askar mahasiswa Manajemen Kebijakan Publik 2008, dalam pembukaan diskusi Memahami Papua yang diadakan oleh Intelektual Muda Fisipol (IMF). Pernyataan ini mengundang pro dan kontra dari para peserta diskusi.