Merebut Prestasi Menggali Potensi
Masih banyak mahasiswa memanfaatkan masa mudanya untuk hal positif. Rani salah satunya.
Sosok perempuan mungil itu segera bangkit dari kursinya menyambut kedatangan Balkon pada Sabtu, (16/01) di kosnya. Tampak beberapa tropi turut menghiasi ruangan bercat putih tersebut. “Tropi itu saya dapat ketika masih SMA,” ceritanya. Semua itu menjadi bukti kesungguhannya menekuni sebuah olahraga beladiri. Dialah Rani Rustiana, seorang atlet karate nasional.
Rani menekuni olahraga beladiri karate sejak usia Sekolah Dasar (SD). Pada mulanya Rani belajar karate bukan karena kegemaran, melainkan kewajiban. “Dulu waktu SD saya diwajibkan mengikuti ekstrakurikuler karate oleh sekolah,” jelasnya. Bermula dari keharusan itulah kini ia justru terus menggeluti karate.
Saat SMA, Rani berhasil menjuarai pertandingan olahraga tingkat nasional yang memperebutkan piala Mendiknas dan Mendagri Cup 2007. Dalam pertandingan itu ia berhasil memperoleh Juara 3 untuk kelas Kumite di bawah 53 kg Putri Junior. Keberhasilan di kota Palembang itulah yang menobatkannya sebagai atlet karate nasional.
Berbekal prestasi itu ia mendaftar di UGM melalui jalur Penelusuran Bakat Olahraga dan Seni (PBOS). Jalur penerimaan tersebut disediakan UGM untuk menjaring calon mahasiswa baru yang berprestasi. Jalur ini pula yang menghubungkan Rani dengan UKM Karate. Hingga kini UKM tersebut menjadi tempat berlatih mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan 2008 itu.
Sebagai atlet sekaligus mahasiswa, Rani memiliki siasat untuk mengatur kegiatannya yang padat. Sore setelah kuliah usai merupakan waktu latihan rutin bagi Rani. Terlebih lagi saat menjelang pertandingan. “Tentunya porsi latihan akan saya tambah sampai malam setelah merampungkan tugas kuliah,” tuturnya. Di sela-sela waktu luang, ia juga masih menyempatkan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
Agustus tahun lalu, Rani kembali menunjukkan prestasinya. Bersama beberapa teman dari UKM Karate, ia mengikuti kejuaraan karate dalam Pekan Olahraga Daerah (PORDA) Daerah Istimewa Yogyakarta. Mewakili Kabupaten Sleman, Rani membawa pulang dua medali perak dan satu medali perunggu. Ia meraih Juara Dua Kategori Beregu Putri, Juara Dua Kumite di bawah 53 kg Putri, dan Juara Tiga Kategori Putri.
Kesuksesan menjadi atlet karate rupanya belum cukup membuat Rani puas diri. Dia menganggap hal tersebut masih merupakan awal untuk menapaki prestasi kehidupan yang lebih baik. Meskipun profesi itu telah memberi segudang prestasi, ia tidak berminat menekuninya semata-mata untuk memperoleh keuntungan materi. Menurutnya, semua prestasi yang diperoleh ini merupakan hadiah dari kesungguhan menekuni karate. “Buat saya, karate sebatas hobi berolahraga dan sebagai perlindungan diri, selebihnya tidak,” ungkap perempuan yang bercita-cita menjadi wanita karir.[Ariesta]












Post new comment