Merajut Kembali Sinergisme BEM KM
“Selama ini antara BEM KM dan gerakan ekstra kurang sinergis,” terang Imron
Periode 2010 ini, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UGM berorientasi menjalin sinergi dengan gerakan mahasiswa ekstra kampus. Dengan tujuan mendobrak kebijakan rektorat yang tidak memihak mahasiswa. Demikian jelas Imron Rosyadi, Menko Internal BEM KM Selasa (26/1) siang.
“Selama ini antara BEM KM dan gerakan ekstra kurang sinergis,” terang Imron. Hal itu karena perbedaan ideologi dan tiadanya musuh bersama seperti saat reformasi. Oleh karena itu, BEM KM akan mencoba menyinergikan. Ia berharap gerakan ekstra menjadi mitra kritis serta evaluatif terhadap kinerja BEM KM. “Gerakan ekstra juga bisa menjadi kontrol bagi BEM KM,” tambah mahasiswa Kedokteran Hewan 2006 ini.
Sementara itu, Irfan Rizky Darajat, Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sekretariat Fisipol menyatakan, selama ini BEM KM memang kurang memberi ruang diskusi dengan gerakan ekstra. “Kami dua kali diberi undangan aksi bersama, namun selalu mendadak,” ujarnya saat ditemui Selasa (26/1) sore. Hal itu membuat GMNI tidak bisa bersinergi dengan BEM KM menyangkut aksi yang akan diadakan. “Saat demo portal, BEM KM dan GMNI tidak menyatu padahal tuntutannya sama,” contoh Irfan.
Senada dengan GMNI, Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) juga merasa kurang komunikasi dengan BEM KM. “Kami dan BEM KM jarang bisa aksi bersama,” ujar Valensi Kautzar, ketua HMI MPO Cabang Sleman pada Selasa (26/1) petang. HMI juga tidak pernah diundang dalam membahas isu bersama.
Menanggapi orientasi BEM KM 2010 ini, Kautzar berspekulasi. “Kita tunggu saja hasilnya, apakah BEM KM bisa benar-benar sinergis dengan gerakan ekstra,” terang mahasiswa Teknologi Pertanian 2004 ini. Kautzar juga berharap BEM KM bisa mengelola Pemilihan Raya Mahasiswa (PEMIRA) secara lebih kredibel. Seperti diketahui, saat ini BEM KM didominasi golongan tertentu melalui eksistensi Partai Bunderan. [Didik]












Kaderisasi: BUNDERAN=BEM KM=KAMMI=PKS
Gk usah pura2 semua... wis jelas kok... Gara2 BEM iku yo podo karo KAMMI.
Itu aja alsan knapa organ ekstra ogah bersinergi. Liat Germa/AMY... semua organ ekstra terlibat, kecuali KAMMI (entah gk dlibatin/gk mau terlibat)
Bunderan=kaderisasi BEM KM=KAMMI. Wis ceto iku.
Se-Indonesia ya udah gtu semua... (kecuali UI yg bru KO M-doble nya)
Kalo dilanjutkan ceritanya jadi:
Bunderan=BEM KM=KAMMI=PKS
berani taruhan berapa ketua BEM ber-IPk "kuolot" ntar lak nyalon jdi legeslatif dari PKS kalo udah lulus. PKS ponorogo udah siap menampung.
Tahun 2006/2007 jelas di LPJ PKS ada subsidi buat partai BUNDERAN
Gak maen2 dana nya; puluhan juta bro...
Partai mahasiswa lain gk bakal menang, yakin lah sumpah... dana tombokan dilawan dana parpol...ecek2 lah... mbok gtu2 dunk yang di tulis BALAIRUNG... masak tulisan GM terus yg ditampilin.
ayo investigasi KAMMI=PKS..brani!!!
kalo perlu buktikan juga
GMNI=PDIP
HMI=Golkar
PMII=PKB
yg jelas KAMMI afiliasi senyata2nya... terbukti di Pemilu 2009 ama Pilkada Banten. buat ke3 organ itu skr udah memudar... udah gk ada sami'na wato'na lagi... gk kayak KAMMI di PKS.
HIDUP MAHASISWA! juga HIDUP KAMMI! HIDUP GMNI! HMI! PMKRI! PMII, dsb
Post new comment