“Car Free Day” Masuk UGM
Minggu pagi di Jl. Kaliurang Km. 4 hingga depan Bank Mandiri cabang UGM tampak sepi dari kendaraan bermotor. Suasana ini terjadi sejak diberlakukannya sistem car free day pada Minggu (3/1). Kegiatan yang diadakan setiap minggu pukul 06.00-08.00 WIB ini merupakan salah satu program Satuan Polisi Lalu Lintas (Satpolantas) Sleman. Selain untuk menertibkan jalanan di Kabupaten Sleman, kegiatan bertujuan mengurangi kepadatan di daerah Malioboro. Yaitu dengan membuat titik-titik keramaian di luar Malioboro pada pagi hari.
Banyak respon muncul dari masyarakat sekitar terkait diterapkannya sistem itu. Beberapa di antaranya mendukung program tersebut. Salah satunya Putri, mahasiswa Jurusan Statistik 2006. “Kalau saya sih oke-oke saja mengenai car free day itu. Asalkan tidak dilaksanakan pada hari kerja,” tuturnya. Meski demikian tidak sedikit masyarakat yang menolak. Hal ini karena mereka harus memutar dan berjalan lebih jauh untuk sampai di tempat tujuan.
Saat ditanya mengenai car free day di kawasan UGM, pihak rektorat mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana berjalannya kegiatan tersebut. “Sepertinya itu program Satpolantas Sleman saja, dan bukan bentuk kerjasama dengan pihak UGM. Tapi saya tidak tahu pasti apakah mereka sudah mengirim surat kepada rektor atau belum,” ungkap Mustofa, SIP, M.PA, Kepala Bagian Seksi Gedung, Jalan dan Pertamanan, Direktorat Pengelolaan dan Pemeliharaan Aset UGM.
Polisi pun mengakui, secara teknis kegiatan tersebut masih dijalankan Satpolantas Sleman setempat. “Kami telah mengirim surat ke Wakil Bupati Sleman mengenai kegiatan ini. Tapi sampai sekarang belum ada surat balasan dari beliau,” ucap Afrian Satya Permadi, Kepala Urusan Pembinaan Operasional Lalu Lintas Sleman, selaku pimpinan program car free day. Afrian menambahkan pihaknya akan menjalin kerjasama dengan pihak UGM setelah mendapat surat balasan dari wakil Bupati Sleman. [Vivin]












Post new comment