perspektif
Indonesia ‘Kecil’ di Gadjah Mada
Submitted by redaksi on Thu, 01/21/2010 - 20:10.Oleh: Gading Yonggar Ditya
Mahasiswa Diploma Fakultas Hukum 2008
Universitas Gadjah Mada (UGM) dapat dianggap sebagai “miniatur Indonesia” karena keanekaragaman mahasiswanya. Seiring dengan adanya kemajemukan ini, UGM dihadapkan pada peran optimal dalam mempersatukan para pelajar yang beranekaragam suku dan adat. Tujuannya, tak lain untuk menciptakan nuansa keindonesiaan mini dalam kampus.
Kemudahan dalam penyelenggaraan Ujian Masuk (UM) di berbagai kota dan kabupaten yang diberikan pihak rektorat, dijadikan peluang bagi mahasiswa daerah untuk melanjutkan studi di UGM. Sehingga, dengan kemudahan tersebut, kampus dapat dihuni mahasiswa dari berbagai etnis di Indonesia. read more »
”Make Health”, Stop Merokok
Submitted by redaksi on Mon, 01/18/2010 - 07:45.A. Eka Purnama Putri
Mahasiswa Farmasi 2006
Kesehatan merupakan aset utama manusia untuk menjadi manusia produktif. Seseorang tidak akan mampu melakukan suatu kegiatan dengan baik dan optimal jika dalam keadaan sakit. Kesehatan manusia dapat dibedakan menjadi empat aspek, yaitu sehat jasmani, sehat rohani, sehat sosial, dan sehat ekonomi. read more »
Kesenian, Hewan, dan Manusia
Submitted by redaksi on Mon, 12/14/2009 - 00:23.Diatas kanvas dengan luas 80x60 cm itu, kita dapat melihat gambar macam-macam fauna. Ada kerbau, zebra, ayam jantan, anjing, bebek, dan spesies lainnya. Namun bukannya berada di alam liar –dengan tingkah-polah yang liar pula, hewan-hewan tersebut malah berada di tempat dimana peradaban manusia modern bertumpu: meja hijau. Kerbau sebagai hakim ketua majlis, dibantu zebra dan ayam jantan. Anjing jadi kuasa hukum, dan si bebek jadi panitera. Distingsi antara mana natur mana kultur pun tidak hadir, sehingga seni grafis karya Yohanes M. read more »
Rekayasa Setengah Hati…
Submitted by redaksi on Sun, 11/08/2009 - 14:24.oleh : Andi fajar Asti ( Ketua Umum Tim 7 Advokasi dan Politik, Keluarga Anging Mammiri Mahasiswa Pascasarjana, Sulawesi Selatan - Yogyakarta) read more »
perayaan jiwa raga
Submitted by redaksi on Thu, 08/06/2009 - 18:05.Tiap kali tanggal 17 Agustus hadir, sekonyong-konyong, kita dihadapkan pada banyak hal: peringatan-peringatan, diskusi-diskusi, festival-festival, karnaval-karnaval, lomba-lomba, upacara-upacara, gilap gemerlap lampu dan kibar bendera atau semuanya saja yang ingar bingar kelihatannya, yang nyalanya serasa kian meredup dari masa ke masa. Dari sekian macam hal itu, pertanyaan menjadi barang usang untuk dirayakan, dipelihara, atau, alih-alih, dikelola. read more »
Tetap gagap berbisnis
Submitted by redaksi on Sat, 07/04/2009 - 09:13.Tetap Gagap Berbisnis
Oleh:
Achmad Choirudin*
Diterapkannya Badan Hukum Milik Negara (BHMN), Badan Hukum Pendidikan (BHP), dan Badan Layanan Umum (BLU) terhadap institusi pendidikan tinggi negeri membawa dampak signifikan. Setelah kran subisdi pemerintah dimampetkan, ongkos kuliah dilambungkan. Mahasiswa pun menjadi tumbal. Pendapatan dari mahasiswa nampaknya tak cukup. Mereka lantas meretas jalan baru, yakni membuka ruang usaha. read more »
UGM yang semakin asing
Submitted by redaksi on Sat, 07/04/2009 - 08:59.UGM yang semakin asing
Azhar Irfansyah
Jurusan Hubungan Internasional UGM angkatan 2007
Akhir-akhir ini Universitas Gadjah Mada (UGM), institusi pendidikan yang katanya merakyat, semakin sering menggunakan istilah asing. Dua tahun belakangan ini saja sudah ada serentetan istilah asing sebagai nama fasilitas-fasilitas baru: University Club Hotel (UC Hotel), Bulaksumur Residence, Foodcourt Plaza Campus, Gadjah Mada Auto Service, Gama Book Plaza, dan banyak lagi. Ada apa sebenarnya dengan UGM? Yang dulu lebih dikenal sebagai kampusnya wong ndeso? read more »


