Biennale Jogja XI: Pameran tentang Religiositas

 

Bhayu Satria Andiprayogo

Senin (28/11), ajang Biennale Jogja XI yang bertajuk Biennale Equator memasuki hari ketiga pada pelaksanaannya. Yayasan Biennale Yogyakarta kembali menggelar pameran seni rupa di dua tempat berbeda, yaitu di Taman Budaya Yogyakarta dan Jogja National Museum. Selain itu, terdapat dua acara lain, yakni sesi artis talks serta pameran foto bertemakan “Aku, Kamu, dan Kita”.

Panitia tetap memamerkan karya-karya seni rupa dengan tema religiositas, spiritualitas serta keragaman antara budaya Indonesia dan India. Elga Ayudi, Humas Biennale Jogja XI, berujar, “Tema ini muncul dari negara India karena adanya kesamaan akar religiositasnya dengan Indonesia.”

Salah satu kurator Biennale Jogja XI, Alia Swastika, memaparkan tema religiositas juga berkaitan dengan dimensi lain seperti politik, sejarah, ekonomi, budaya popular, dan kekerasan. Ketika ditanya mengenai keistimewaan acara ini, Alia menuturkan, pameran ini lebih mengedepankan wacana-wacana dan gagasan di balik pemikiran seniman. Bisma Hakim, salah satu pengunjung, menanggapi positif pameran ini. “Ada beberapa karya yang makna religiositasnya tergambar secara kuat dan eksplisit seperti karya berjudul Holly Wars,” pungkasnya.

Acara lain yang turut digelar pada hari ketiga adalah sesi artis talks. Diskusi yang diselenggarakan di Jogja National Museum ini lebih banyak membahas hubungan karya-karya yang dipamerkan dengan topik yang diusung Biennale Jogja XI. Krisna Murti, salah satu seniman yang menjadi pembicara, memaparkan karyanya yang berjudul Hijab mengandung makna-makna toleransi dan kultural. Hijab sendiri merupakan karya seni rupa berbentuk video art yang menampilkan dua belas wanita berjilbab dari berbagai suku.

Bertempat di Indonesian Contemporary Art Network, digelar juga pameran foto “Aku, Kamu, dan Kita.” Pameran ini merupakan hasil serangkaian kompetisi dan workshop fotografi yang diselenggarakan dari 7 Oktober hingga 6 November 2011. Acara tersebut melibatkan berbagai sekolah menengah atas baik negeri maupun swasta yang terdapat di Yogyakarta. Panitia memilih “Agama, Identitas, dan Hubungan Sosial di kalangan pelajar di Yogyakarta” sebagai tema utama untuk merespons tema besar Biennale Jogja XI.

Biennale Jogja XI merupakan pagelaran seni rupa dua tahunan yang diselenggarakan Yayasan Biennale Yogyakarta. Empat puluh seniman yang terdiri dari 25 seniman Indonesia dan 15 seniman India berpartisipasi dalam acara yang telah diadakan sebanyak sebelas kali ini.  Rangkaian acara Biennale Jogja XI ini akan berlanjut hingga tanggal 8 Januari 2012.

Elga juga menjelaskan, seniman yang berpartisipasi dalam Biennale Jogja tahun ini adalah seniman-seniman yang sebelumnya sudah bergerak pada tema yang sama. “Tujuannya untuk menjadikan Yogyakarta sebagai arena bertemunya wacana dan tema dari karya-karya seni rupa,” terang Elga. [Arthur Kemal, Nindias Nur Khalika]

Tulisan Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>