Mengurai Strategi Cakap Berkomunikasi

“Setiap orang berkomunikasi, tapi tidak semua cakap dalam berkomunikasi,” ungkap Syafrizal, S.IP., dosen Ilmu Komunikasi UGM. Hal senada pun diutarakan Suherman, Pembina BEM-KM UGM. “Cara berkomunikasi sangat menentukan kesuksesan seseorang.” Berangkat dari kesadaran inilah, BEM-KM UGM dan Keluarga Mahasiswa Administrasi Negara bersinergi menyelenggarakan SeminarPublic Speaking bertajuk Confidence Day: Speak Up Your Creation pada Sabtu (4/6). Seminar yang diselenggrakan di Auditorium Fakultas Kedokteran Umum UGM ini menghadirkan dua motivator, yakni pakar komunikasi Syafrizal, S.IP., dan Pembaca Berita Putra Nababan.

Seminar yang dimoderatori oleh Achmad Choirudin, Pemimpin Umum BPPM Balairung 2010 sekaligus aktivis Kembang Merak ini, berlangsung cukup cair. Hal ini ditengarai dari antusiasme peserta dalam bertanya dan menyimak penuturan motivator. Gea Laksita, mahasiswa Ilmu Komunikasi 2010, sangat mengapresiasi acara ini. “Acaranya menarik karena bisa memotivasi saya untuk mengembangkan soft skill, khususnya dalam bidang keahlian berbicara,” ungkapnya.

Dalam seminar ini, Syafrizal menekankan pentingnya kecakapan public speaking dalam proses komunikasi. “Kemampuan berbicara juga jadi penentu kualitas kepribadian seseorang,” imbuhnya. Namun sayangnya, banyak orang yang mengalami kesulitan ketika berbicara di depan publik karena rasa takut atau cemas. Ia memetakan manifestasi ketakutan tersebut menjadi dua, yaitu physical symptoms dan psychological symptoms. Tenggorokan kering, sesak nafas, degup jantung yang abnormal, gemetar, dan berkeringat menjadi beberapa indikator dariphysical symptoms. Sementara psychological symptoms merupakan gangguan yang bersifat teknis seperti lupa isi percakapan dan takut menatap mata peserta.

Putra Nababan pun mengiyakan pernyataan Syafrizal tersebut. Menurutnya, ketakutan yang ditandai dari perasaan grogi menjadi salah satu faktor dominan yang menghambat seseorang berbicara di depan publik. “Penumbuhan kecintaan pada materi pembicaraan menjadi kunci penting keberhasilan komunikasi,” ujar pria yang akrab disapa Putra ini. Selain berwawasan luas dan ekspresif, pembicara yang baik harus memiliki kemampuan melihat masalah dari pelbagai perspektif. Adapun pembicara yang baik menurut versi Syafrizal, yakni pembicara yang berhasil membuat komunikannya memahami isi pesan. Caranya dengan meningkatkan kualitas diri kita selaku pembicara. “Hal ini bisa dipupuk dengan banyak bergaul, membuka diri serta meningkatkan kultur baca,” paparnya.[Ayu]

Tulisan Terkait:

  • Tidak Ada Tulisan Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>